Wednesday, July 4, 2012

Solstice


Solstice, di sini matahari terus- terusan sembunyi, dan bulan jadi ratu jalanan. Aku menunggumu. 

Lampu- lampu berbentuk bunga salju berpendar warna- warni di tembok gedung- gedung tinggi Fifth Avenue. Sementara hutan setia memucat di hadapanku. Aku menunggumu.
*

“Ke mana bebek- bebek itu pergi ketika musim dingin?” tanyamu pada suatu ketika. 

Aku mengangkat wajah dari halaman ke- lima “The Catcher in the Rye”. Matahari sore musim semi hangat menimpa wajahmu. The Pond tampak setenang hati kita, dan hutan buatan manusia ini sedang kembali berwarna. 

“Di sinilah tempat kita seharusnya.. “ bisikmu, “kota dimana karya- karyaku dihargai, bukan saja dengan pujian dan basa- basi tapi dibeli”

“Kamu… percaya.. kita…hmmm…?”
 
“Ini sulit, tapi denganmu… apapun bisa… “

“Ah, sang fotografer dan penulis… living large in America!!! “

Aku menyelinap di antara kedua tanganmu. Sore di depan The Pond yang sempurna.
*

Apa yang kulihat seperti utopia. Kamu, duduk diam di salah satu bangku taman itu, dan pepohonan dengan daun- daunnya yang mulai menguning. Tak ada yang lebih teduh.

“Solstice!” 

Kamu berdiri, kira- kira dua langkah jarak antara kita. Kamu membaca raut wajahku. Kamu mengerti aku membawa kabar gembira. 

“Hello, permanent resident of America” kamu mengangkat tubuhku, dan kita berputar- putar tak peduli sekitar. 

Tapi cuma sebentar saja, lalu gembira kita berhenti disela wajah- wajah kalut, orang- orang berbicara panik dengan telpon genggam mereka, kemudian berlarian entah mengapa dan menuju apa. 

Kamu mencoba bertanya pada seorang lelaki tua yang memandangmu dengan tatapan paling ganjil yang pernah kita terima; “Hey, what is happening?”

“Haven’t you heard? Those terorists… “ dia tak menyelesaikan kata- katanya, berlari menjauh. Aku melirik pada jam yang melingkari pergelangan tangan; jam sembilan lewat sebelas pagi, tanggal sebelas bulan sembilan tahun dua ribu satu.
*

Pintu apartemen studiomu tidak terkunci. Buku- buku, jurnal- jurnal, diktat- diktat, kertas- kertas berserakan di lantai, sofa dan meja tak lagi benar berada di tempatnya, laci- laci terbuka sembarangan, lemari pakaian acak- acakan, tempat tidurmu dibongkar paksa, beberapa foto karyamu yang sangat kamu banggakan diambil dari dalam pigura, CPU komputermu hilang. 

“Solstice?” aku memanggilmu. Tak ada jawaban. Tolong, Tuhan, tolong.

“Achmad?!!!” aku memanggilmu, lagi. Tak ada jawaban. 

Aku tak bisa menemukanmu dimana- mana. Mereka membawamu entah kemana. Aku memungut Al- Quran yang jatuh di bawah meja, di antara lembarannya, secarik kertas dengan tulisan tanganmu terjatuh; datanglah ke The Pond, setiap tanggal 12 Februari, kita merayakan kelahiranmu bersama. 
*


Aku menunggumu.
Dari atas Jembatan Gapstow, hutan masih memucat. Aku menangis, rapat- rapat.


The Pond, Central Park, New York, Musim Dingin, 12 Februari 2011



catatan kaki
Solstice atau titik balik matahari adalah peristiwa astronomi yang terjadi dua kali dalam satu tahun ketika bumi amat miring. Solstice musim panas biasanya terjadi pada 21 Juni ditandai dengan siang hari terpanjang dalam setahun. Sedangkan solstice musim dingin pada 21 Desember ditandai dengan malam hari terpanjang dalam setahun.