Thursday, February 27, 2014

Μου λείπεις




Eu sinto sua falta
Mi manchi
Mahue koe e ahau
Ego te requiro,
 
 
Galdu dut
Tu me manques
Chybíš mi
 
 
 
Et trobo a faltar
Mwen manke ou
 
Ma igatsen sind
 
 
 
 
I miss you.
 
 

  

Monday, February 17, 2014

Ribuan Kunang-Kunang (Lampung Post, 16 Februari 2014)






04:04
BRAK!
Ribuan kunang-kunang mengangkat tubuhku, Laura. Kunang-kunang yang persis pernah kita saksikan di hutan dengan langit paling bersih dan udara paling segar itu. Pelan-pelan mereka mengeluarkan aku dari rongsokan mobil yang kutumpangi. Tidak kurasakan sakit. Tidak ada tulang-tulang remuk yang memaksa keluar dari daging. Tidak ada luka-luka yang mengalirkan darah. Tidak ada batok kepala yang hancur. Tidak ada, Laura. Mereka menghapusnya, aku kembali sempurna.
Aku terbang, Laura. Tinggi, tinggi, semakin tinggi. Kusaksikan kota tempat tinggal kita mengecil, mengecil, semakin mengecil, hingga hilang sama sekali.
Kutinggalkan kesedihan, kecemasan, dan kemarahan jauh-jauh. Hanya ada perasaan hangat mengalir pelan-pelan, seperti saat kau selimuti aku yang tidur sembarangan, seperti setiap kali kau peluk aku dari belakang, atau ketika kau siapkan sarapan setangkup roti panggang. Seperti bahagia-bahagia yang kukumpulkan setiap hari darimu, Laura. Jika ada hal yang aku sesalkan, bahwa aku mengalaminya sendiri, bahwa kau tak bersamaku saat ini. Semakin jauh, ribuan kunang-kunang membawaku pergi.