Monday, May 5, 2014

Tiga untuk Anton



Antara
Antara
hanyalah
sejauh sipongang lengking peluit
dan berat gerbong di atas rel, menderit

Antara
hanyalah
henti tapak-tapak pendek pada tangga
dan aku haru biru dibakar cinta


Koma
Kutatah koma
pada tahun ke tujuh persatuan kita
koma menjelma jarak menjelma titik menjelma tamat
sebab aku jemu
pada peranku sebagai seseorang yang menunggu


Antonius
/1/
Aduhai, Antonius anak Herakles
Turunanmu telah berjaya
Tekuk lutut Kleopatra di hadapannya
Tragedi dalam tonil sedih
Petaka yang mula
dari sekedar pikatan kerling mata
Hujam pisau pada jantung
Patuk ular menebar bisa
Suatu hari di Alexandria
/2/
Bagiku, tiada yang lebih kudus daripada Santa Antonius
Manusia yang bertapa
Tanggalkan harta
Tinggalkan dunia
Menentang derita dengan sukacita
/3/
Di depan Tuhan
kau kebingungan
“Tuhan,” lirih sapamu, “Jika bukan ‘Antonius’ dengan apa lagilah diri ini harus kusebut?”

Juni
Sampai, sampailah kita pada Juni
Di singkap selubung kerudung
Ada rona pipi yang merah jambu
Juga desir jantung menalu-nalu
Pula doa-doa keselamatan
Dan moga-moga kebahagiaan
Sampai, sampailah kita pada Juni
Selesai ayahku mengucap ijab
Bertunggu kabul darimu


Yogyakarta, 12 Desember 2013

No comments:

Post a Comment