Friday, December 26, 2014

Weekend Witches

Kita kembali ke bulan Desember 2009
Lima tahun yang lalu, dua orang kelebihan waktu (dan kekurangan uang) membuat musik di Fruity Loop, merekam suara di komputer dengan mikrofon murah, lalu menyebutnya sebagai lagu, memberinya judul "Weekend Witch"
Mereka- dua orang kelebihan waktu itu- baru saja menjalani apa yang banyak orang namai dengan Long Distance Relationship. Mereka terpisah sembilan jam perjalanan menggunakan kereta, dan akhir pekan menjadi waktu-waktu paling berharga. Rindu yang nyangkut di tenggorokan, debar jantung tak biasa di rongga dada, keinginan untuk sekadar merasakan punggung tangan atau tatapan mata, senyum yang secara otomat terkembang lebar-lebar setiap akhirnya bertemu. Lagu yang mereka karang berdua adalah tentang segalanya itu.
Proyektor pinjaman, kamera saku, rekaman perjalanan dari kereta Shinkansen, naskah skripsi, sebuah sofa, dua gitar, dan seekor anjing, jadilah lagu itu punya videonya sendiri.



Lima tahun sudah lewat, mereka bukan lagi dua orang kelebihan waktu (meski belum juga kelebihan uang), memutuskan untuk menikah, dan masih dengan setengah hati dipaksa pisah oleh jarak.


No comments:

Post a Comment