Wednesday, December 18, 2019

Mencatat Gejala

8 Mei 2019, 14.07

Hal-hal yang ikut pergi bersamamu: makan malam dan tidur malam.




8 Mei 2019, 18.33

Kita membicarakan cuaca
“Di sana hujan, ya?”
“Di sini cerah.”

Tetapi tidak perasaan kita



Membicarakan orang-orang dan peristiwa
Tetapi tidak perasaan kita

Atap bocor, rumput tinggi
Lampu mati, perlu diganti

Tetapi tidak perasaan kita

Kemarin dan hari ini
Tumpang tindih
Besok, lusa, atau hari ini

Kita melupakan

Perasaan-perasaan kita





14 Mei 2019, 23.35

Aku ingin membayangkanmu sebagai bunga matahari yang baru saja dipetik. Bunga matahari di dalam beling jambang. Jambang pada sudut meja yang menghadap kaca jendela.

Kelopakmu merekah ke arah cahaya.

Tapi kau bukan bunga matahari. Dan aku bukan cahaya. 





15 Mei 2019, 13.36

"Listrik habis,” katamu. Mengikat tali sepatu. Menggantung tas di bahu.

“Ya,” sahutku. “Air minum habis.”

“Ya.”

Repet sinyal meteran listrik. Aku mendengarnya sejelas kau melihat galon kosong di atas mesin dispenser.

Kita membicarakan hal-hal praktis.

“Pergi dulu, sayang.”

“Ya, sayang.”

Perasaan sekadar kata sapaan.





18 Juli 2019, 22.42


Entah kapan
Pada suatu hari yang tenang
Dan biasa-biasa saja
Ulang tahun pernikahan
Tanpa perayaan
Tanpa makan-makan




14 September 2019, 07.56

Kamu memesan Americano dengan gula aren
Seperti yang selalu ia pesan
Di kedai yang bukan kedai langganan kalian
Yang jauh dari tempat tinggal kalian

Kamu selalu memesan latte
Susu dengan espresso
Tapi kali ini kamu memerlukan pengingat

Kopi itu mendingin di atas meja
Dibiarkan di antara pembicaraan
Dia berkata, “Kamu minum kopinya lama, ya.”
Sementara yang sebenarnya terjadi di kepalamu adalah
kamu                                  sedang
                   melupakan           seseorang
                                  yang
selalu
                      memesan Americano
            dengan gula
aren.




13 November 2019, 23.26

Dia sampai tapi
tidak segera turun dari kendaraan sementara
hujan turun terlalu deras.

Dia mematikan mesin lalu
duduk diam berlama-lama selagi
hujan turun terlalu deras.

Sekilat petir sampai ke pandangan dan
dia berharap tersambar sekalian
terbakar di dalam kendaraannya ketika
hujan turun terlalu deras.






No comments:

Post a Comment